Mengenal Komponen Elektronika dan Pengujiannya
I - DIODA
1 - Menstabilkan tegangan.
2- Sebagai penyearah -> Sumbernya dari AC masuknya ke DC (merubah arus AC menjadi DC).
PRINSIP KERJA DIODA :
- Forward Bias => Mengalirkan arus dari Anoda (+) ke Katoda (-)
- Reverse Bias => Menahan arus dari Katoda ke Anoda
PRINSIP KERJA DIODA :
- Forward Bias => Mengalirkan arus dari Anoda (+) ke Katoda (-)
- Reverse Bias => Menahan arus dari Katoda ke Anoda
JENIS DIODA :
1- Dioda Silikon
2- Dioda Germanium
3- Dioda Zener
4- LED (Light Emitting Dioda )
Selain sebagai penyerah arus, fungsi dioda juga bisa di gunakan sebagai detector yaitu untuk mendeteksi sinyal-sinyal kecil. Dioda zener dipakai sebagai stabilisator tegangan catu daya sedangkan dioda LED (Light Emitting Dioda) yaitu dioda yang dapat memancarkan cahaya biasanya dipakai sebagai lampu control.
Selain sebagai penyerah arus, fungsi dioda juga bisa di gunakan sebagai detector yaitu untuk mendeteksi sinyal-sinyal kecil. Dioda zener dipakai sebagai stabilisator tegangan catu daya sedangkan dioda LED (Light Emitting Dioda) yaitu dioda yang dapat memancarkan cahaya biasanya dipakai sebagai lampu control.
Satuan Dioda adalah Ampere.
Pengujian rusak atau tidaknya Dioda, menggunakan AVO Meter atau Multi Tester, caranya putar Saklar OHM ke X 1 atau X 10, colokkan kedua terminal (colokan) ke kaki komponen, Jarum tidak bergerak, kemudian dibalik terminalnya ke kami komponen yang satunya, jarum bergerak => NORMAL.
* Dikatakan RUSAK, apabila menunjukkan nilai OHM yang sama.
* Dikatakan NORMAL, satu kali terminal bergerak, lalu dibalik ke kaki komponen yang lain, jarum tidak bergerak.
* Dikatakan NORMAL lagi, nilai OHM-nya bervariasi, disebabkan Dioda terpasang dalam rangkain, umumnya kondisinya adalah NORMAL, tapi untuk pastinya, Dioda dilepas,dari rangkaian dan ditest ulang.
Menentukan kaki Dioda :
Dioda diuji satu kali jarum bergerak, dibalik ke kaki yang lain terminal tidak bergerak, ketika jarum bergerak, jarum hitam adalah kaki ANODA dan kaki merah adalah KATODA.
Untuk jenis Dioda Silikon, Katoda bercirikan ada gelang putih, sedang untuk Dioda Germanium, Katoda bercincin merah.
Adalagi DIODA STABILISATOR, yang fungsinya menstabilkan tegangan.
Berikut yang diatas adalah Simbolnya.
* Ukuran Dioda mulai dari 1/4, 1/2, 1, 2,4,6
II SEKERING PENGAMAN / FUSE
Fungsinya adalah mengamankan apabila terjadi kerusakan dalam mesin yang disebabkan konslet atau kelebihan beban. Apabila sumber tegangan besar, sedang pada mesin arusnya lebih kecil, maka yang rusak adalah sekering pengaman mesin.
Sedang jika sumber tegangan kecil dan arus pada mesin lebih besar, maka yang rusak adalah adaptornya. Adaptor ada 2 macam, yakni manual dan otomatis (switching).
Pengujiannya menggunakan AVO Meter -> caranya putar Saklar OHM ke X 1 atau X 10, colokkan kedua terminal (colokan) ke kaki komponen,dibolak balik terminalnya, jarum AVO Meter bergerak, maka NORMAL.
Namun jika dibolak balik terminalnya, jarum tidak bergerak maka RUSAK.
III TRAVO Atau LILITAN
Pengujiannya sama dengan sekering, perhatikan nilai OHM-nya jika sama ketika dibolak-balik terminalnya maka kondisinya adalah NORMAL, jika tidak sama adalah RUSAK, ini diukur dari kaki yang sama, tapi jika dari kaki yang berbeda dibolak-balik jarumnya tidak bergerak.
IV TRANSISTOR
Ada 2 jenis Transistor :
1. NPN
2. PNP
Untuk menentukan jenis diatas, caranya dgn AVO Meter Saklar OHM X10K :
NPN -> Apabila terminal/colok hitam diam di salah satu kaki, dan terminal/colok merah bergerak semuanya di kedua kaki (satu kali colok hitam, dua kali colok merah), itulah Transistor NPN., dan colok hitam yang diam adalah Basis.
PNP -> Apabila colok merah diam di salah satu kaki, dan colok hitam bergerak semuanya di kedua kaki (satu kali colok merah, dua kali colok hitam), itulah Transistor PNP, dan colok merah yang diam adalah Basis.
PNP -> 1 Input, 2 Output
Menentukan Kaki Kolektor Dan Emitor
Untuk jenis transistor NPN :
- Hubungkan colok hitam pada salah satu kaki selain Basis dengan cara menempelkan colokan AVO bersama jari tangan kita (colokan AVO dan kaki transistor dipegang jadi satu)
- Hubungkan colok merah pada kaki yang lain (juga selain Basis) dan jangan disentuh dengan jari tangan.
- Sentuh kaki Basis dengan jari tangan. Jika jarum AVO meter tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang lain. Sentuh kembali kaki Basis dengan jari tangan. Jika jarum Multi Meter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama colok hitam adalah Kolektor, kaki yang lain (colok merah) adalah Emitor
Sedang transistor jenis PNP caranya sama hanya dibalik :
- Hubungkan colok merah pada salah satu kaki selain Basis dengan cara menempelkan colokan AVO bersama jari tangan kita (colokan AVO dan kaki transistor dipegang jadi satu)
- Hubungkan colok hitam pada kaki yang lain (juga selain Basis) dan jangan disentuh dengan jari tangan.
- Sentuh kaki Basis dengan jari tangan. Jika jarum AVO meter tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang lain. Sentuh kembali kaki Basis dengan jari tangan. Jika jarum Multi Meter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama colok merah adalah Kolektor, kaki yang lain (colok hitam) adalah Emitor.
Menguji Transistor yang Baik atau Rusak :
CARA PERTAMA
A. TRANSISTOR PNP
Langkah-langkah yang perlu kita perhatikan untuk menguji transistor jenis PNP menggunakan multimeter adalah sebagai berikut :
1. Putarlah saklar multimeter pada Ohm meter baik 1 x, 10 x, atau 1K
2. Colok merah ditempelkan pada kaki basis, sedangkan colok hitam pada kaki emitor. Bila jarum multimeter bergerak itu berarti transitor baik
3. Colok hitam dipindahkan pada kaki kolektor, bila jarum mulitmeter bergerak itu berarti transitor baik
B. TRANSISTOR NPN
Langkah-langkah yang perlu kita perhatikan untuk menguji transistor jenis NPN menggunakan multimeter adalah sebagai berikut :
1. Putarlah saklar multimeter pada Ohm meter baik 1 x, 10 x, atau 1K
2. Colok yang hitam ditempelkan pada kaki basis, sedangkan Colok merah pada kaki emitor. Bila jarum multimeter bergerak itu berarti transitor baik
3. Colok merah dipindahkan pada kaki kolektor, bila jarum mulitmeter bergerak itu berarti transitor baik
CARA KEDUA
Set AVO Meter pada skala X1 OHM atau X1K
- Apabila colok Hitam diam, colok merah 2 kali nunjuk dengan nilai OHM yang sama, kemudian dibalik colok Merah diam, colok Hitam nunjuk dengan nilai OHM yang sama => RUSAK
- Dikatakan setengah Normal, setengah Rusak : Apabila salah satu colok diam, colok yang lain dua kali nunjuk, tapi nilai OHM-nya variasi/berbeda.
- Dikatakan NORMAL : apabila salah satu colok diam, colok yang satu nunjuk satu kali, dan tidak nunjuk satu kali.
SARAN :
Kalau Transistor dalam rangkaian, jika nilai OHM-nya bervariasi, dianggap normal, namun untuk pastinya sebaiknya dilepas dari rangkain.
V. KAPASITOR / KONDENSATOR
Kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan energi atau muatan listrik di dalam medan elektrik, caranya dengan dikumpulkannya ketidak-seimbangan internal dari muatan listiknya. Umumnya kapasitor itu dibuat dengan dua buah lempeng logam yg bersejajar antarai satu dengan lainnya, kemudian diantara dua logam tersebut ada bahan isolator yg biasanya kita sebut dengan dielektrik. Dielektrik adalah bahan yang dapat mempengaruhi nila dari kapasitansi fungsi kapasitor. Adapun bahan dielektrik yang paling sering di gunakan adalah keramik, kertas, udara, metal film, gelas, vakum dan lain-lain sebagainya.
Kapasitas untuk menyimpan kemampuan kapasitor dalam muatan listrik disebut Farad (F) sedangkan simbol dari kapasitor adalah C (kapasitor).
Kapasitor dibedakan menjadi dua :
1- Kapasitor bernilai besar (Polar)
Contoh komponen : Elco
Ciri-ciri :
- Punya kutub negatif dan positif
- Nilainya diatas 1uF
- Pemasangan tidak boleh terbalik.
2- Kapasitor bernilai kecil (Non Polar)
Contoh :
- Mylar
- Keramik
- MKM
Satuan Kapasitor per-seribu :
- uF
- nF
- pF
Misal tertera nilai :
- 684, artinya 680000pF = 680nF
- 434 = 430000pF = 430nF
Kapasitor MYLAR
Kapasitor Keramik
Kapasitor MKM
Kapasitor MKM
Fungsi Kapasitor secara khusus:
Pertama adalah sebagai kopling diantara satu rangkaian tertentu dengan rangkaian lannya di power supply.
Kedua, sebagai penyaring / filter didalam rangkaian power supply. kapasitor dipasang agar tegangan output yang dihasilkan lebih halus sehingga tegangan DC lebih konstan.
Ketiga, dalam rangkaian antena berfungsi sebagai pembangkit gelombang / frekuensi. Keempat, pada lampu neon adalah untuk penghemat daya listrik.
Kelima, pada rangkaian yg ada terdapat kumparan dan terjadi pemutusan / terputusnya arus maka akan terjadi loncatan listrik, nah kapasitor lah yang berfungsi untuk mencegah terjadinya loncatan listrik ini.
Keenam, pada mesin mobil dapat dipakai pada rangkaian yang berfungsi menghidupkannya. Terakhir Ketujuh, pada pesawat penerima radio fungsinya untuk pemilih panjang frekuensi / gelombang yang akan ditangkap.
Menentukan polaritas Kapasitor Elco :
- Kaki yang panjang adalah Positif, sedang yang pendek adalah Negatif
- Kaki yang Negatif ada garis tebal pada body kapasitor Elco.
Kapasitor juga mempunyai tegangan kerja, biasanya pada rangkaian DC berkisar dari 3,3V sampai 25V. Jangan menggunakan kapasitor yang tegangan kerjanya lebih rendah dari tegangan kerja yang ditentukan, kalau lebih tinggi tidak apa-apa. Lebih baik memilih kapasitor yang tegangan kerjanya 10 - 15 persen lebih besar dari tegangan rangkaian.
Menguji Kapasitor Baik atau Rusak
Cara Membaca Kapasitor Keramik / Mika / Mylar
Misalnya di badan kapasitor tersebut tertera tulisan 103 artinya :
• Angka I : melambangkan angka
• Angka II : melambangkan angka
• Angka III : melambangkan jumlah nol & ukurannya dalam piko Farad.
Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10.000 pF = 10 nF = 0,01uF.
Mengukur Elco Dengan Multitester
Sebenarnya cara yg saya sampaikan ini kurang pas untuk cek elco, dan cara yg tepat mengukur elco adalah dengan CAPACITANCE METER, dan dia akan menunjukkan kapasitas yg sebenarnya yg dimiliki elco itu. Tapi cara ini juga lumayan cukup membantu, berikut caranya :
1. Putar batas ukur pada Ohmmeter X1 / X10 untuk elco yang ukurannya besar dan X100 / X1K untuk elco yang ukurannya kecil.
2. Hubungkan probe ke masing-masing kaki ELCO (bolak balik sama saja)
3. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.
Kesimpulan Hasil Pengukuran
• Jarum menunjuk angka & kembali ke tempat semula : elco baik
• Jarum menunjuk angka & tidak kembali ke tempat semula : elco bocor
• Jarum tidak bergerak sama sekali : elco putus
• Jarum menunjuk angka nol : elco short
Mengukur Kapasitor Non Polar Dengan Multitester
Sebenarnya cara ini juga kurang pas untuk cek kapasitor, dan cara yg tepat mengukur elco adalah dengan CAPACITANCE METER, dan dia akan menunjukkan kapasitas yg sebenarnya yg dimiliki elco itu. Tapi cara ini juga lumayan cukup membantu, berikut caranya :
1. Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K / X10K
2. Hubungkan probe ke masing-masing kaki kapasitor (bolak balik sama saja)
3. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.
Kesimpulan Hasil Pengukuran
• Jarum menunjuk angka kemudian & ke tempat semula : kapasitor baik
• Jarum menunjuk angka tdk kembali ke tempat semula : kapasitor bocor
• Jarum tidak bergerak : kapasitor putus
• Jarum menunjuk angka nol : kapasitor short
VI RESISTOR
Fungsinya :
- Penahan arus listrik
- Menurunkan/menghambat voltase
Resistor dengan daya rendah di bawah 1 watt biasanya menggunakan table warna yang cukup rumit dalam pembacaan resistansinya, berikut adalah tabel ukuran resistensi dan pembacaanya.
Warna ke 1
|
Warna ke 2
|
Warna ke 3
|
Warna ke 4
|
|
| Hi tam | - | 0 | - | |
| Coklat | 1 | 1 | 0 | |
| Merah | 2 | 2 | 00 | |
| Orange | 3 | 3 | 000 | |
| Kuning | 4 | 4 | 0000 | |
| Hijau | 5 | 5 | 00000 | |
| Biru | 6 | 6 | 000000 | |
| Ungu | 7 | 7 | 0000000 | |
| Abu abu | 8 | 8 | ||
| Putih | 9 | 9 | ||
| Emas | Toleransi 5% | |||
| Perak | Toleransi 10% |
Pada urutan pembacaan resistor diatas dapat di contohkan dalam studi kasus sebagai berikut, misalkan kita akan membaca resistor dengan ukuran besar 47000 Ohm atau 47k Ohm, maka urutan warnanya adalah sbb:
Kuning = 4.
Ungu = 7.
Orange = 000.
Emas = Toleransi 5 %
CARA MEMBUAT ADAPTOR SEDERHANA
Pada foto-foto diatas, kita membuat adaptor yang sederhana, hanya bermodalkan travo, Diode 1A, dan Elco 250V masing-masing satu buah, untuk output DC bisa diambilkan dari kaki-kaki Elco sesuai kutub positi dan negatif.
2. Menentukan Kaki Kolektor Dan Emitor
Read more at: http://elektronika-dasar.com/tutorial/menentukan-kaki-transistor/
Copyright © Elektronika Da
Read more at: http://elektronika-dasar.com/tutorial/menentukan-kaki-transistor/
Copyright © Elektronika Da
2. Menentukan Kaki Kolektor Dan Emitor
Read more at: http://elektronika-dasar.com/tutorial/menentukan-kaki-transistor/
Copyright © Elektronika Dasar
Read more at: http://elektronika-dasar.com/tutorial/menentukan-kaki-transistor/
Copyright © Elektronika Dasar




















